Postingan

Free Play ala HS Numuwwul Ilmi

Sebagai homeschooler, saat ini kami menerapkan keseharian anak hanya dengan free Play, terutama rentang 0-6 tahun. Ini sejalan dengan metode yang kami pilih utk menjalani HS anak2 kami, yaitu eklektik atau lebih condong ke unschooling. Apa itu Free Play? Free play adalah permainan bebas yang dilakukan anak atas inisiatif sendiri, tanpa instruksi atau arahan detail dari orang dewasa. Anak memilih apa yang dimainkan, bagaimana cara memainkannya, dan berapa lama ingin bermain. Menurut kami ini adalah bentuk bermain yang paling alami dan paling penting untuk tumbuh kembang anak. 🎈 Sederhananya, Free play = bermain bebas + dipimpin anak + tanpa tujuan akademik. Anak bermain karena ingin, bukan karena disuruh. 🌱 Ciri-Ciri Free Play 1. Child-led – anak memimpin permainan, orang tua hanya mengamati. 2. Tidak ada instruksi – tidak ada “Ayo buat ini”, “Warnanya begini”, “Harus selesai”. 3. Terbuka (open-ended) – alat main bisa digunakan dengan banyak cara. 4. Tidak ada target hasil – fokus pad...

Webinar Menemani Anak Kembali Ke Fitrahnya

Gambar
  “Belajar bukan tentang siapa yang paling cepat, tapi siapa yang paling cinta pada prosesnya.” 🌸 Banyak anak kehilangan semangat belajar bukan karena malas, tapi karena kehilangan rasa aman dan cinta dalam proses belajar. Yuk, kita belajar bareng di Telegram tentang Fitrah Belajar Anak: Menemani Tanpa Memaksa. 🌿 Agar anak-anak kita tumbuh mencintai ilmu karena Allah, bukan karena takut salah. 📅 Ahad, 19 Oktober 2025 (Ba'da maghrib waktu Jakarta)  📍 Telegram Channel: RQB Numuwwul Ilmi  Pendaftaran: https://lynk.id/khalisaelfalah #FitrahBelajar #ParentingIslami #HomeschoolingJourney #ParentingFitrah #HomeEducation #BelajarDenganHati

Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini

Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini Apa itu Kurikulum? Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003: Tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 19  Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Fokus kita saat ini adalah kurikulum yang ditujukan untuk anak usia dini, yang merupakan bagian dari pendidikan mereka. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa,  tujuan dari kurikulum pendidikan anak usia dini adalah untuk membina, memberikan stimulasi, dan mempersiapkan serta mengembangkan jasmani dan ruhani anak untuk tahap pendidikan lanjutan. . Dalam menyusun sebuah kurikulum, terdapat 3 sumber utama , yaitu: 1. Masyarakat dan budayanya 2. Siswa 3. Ilmu pengetahuan Ketiga sumber tersebut menjadi referensi utama dalam menyusun kurikulum. Masyarakat dan budaya setiap daerah atau negara mempengaruhi nilai-nilai dalm kurik...

Menjadi pembelajar mandiri

Menyiapkan anak menjadi pembelajar mandiri bukanlah proses instan, melainkan perjalanan yang tumbuh seiring bertambahnya usia dan pengalaman anak. Semua bermula dari pondasi iman dan karakter. Sejak dini, anak perlu ditanamkan bahwa belajar adalah bagian dari ibadah, jalan untuk semakin mengenal Allah dan menjadi pribadi yang bermanfaat. Dari sini, belajar tidak lagi sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan fitrah. Lingkungan di rumah berperan penting dalam membentuk kemandirian belajar. Ketika anak disuguhi ruang yang penuh rangsangan — rak buku yang bisa dijangkau, alat gambar yang bebas digunakan, atau sudut kecil untuk bereksperimen — ia akan merasa punya kuasa atas proses belajarnya. Orang tua tidak perlu memberi terlalu banyak instruksi, cukup memberi izin untuk mencoba, merasakan, salah, lalu memperbaiki. Justru dari kegagalan itulah anak belajar mengendalikan dirinya. Keterampilan belajar dasar perlu diasah perlahan. Anak diajak untuk berani bertanya, lalu mencari jawaban melalui...